pagi ini, aku berangkat ngampus lebih awal dari hari biasanya karena mo ketemu adek2 di mushala kampus. biar adhem, lewat kuburan deh. abis suasananya sejuk, banyak pohon, dan, sepi. he77. eh ternyata pagi ini ada beberapa pemuda yang lagi gali kubur.
deg! Allah, apakah galian kubur itu disiapkan buat aku, apa aku yang akan mengisi kekosongan di lubang itu? saat melewati keranda pun aku kembali bertanya pada diriku sendiri, apa keranda ini yang akan menggotongku nanti, bisa jadi beberapa saat lagi?
terbayang, dosaku setinggi gunung, seluas lautan, sepenuh bumi, amal apa yang ku punya,
adakah sedikit pahala yang bisa meringankan ku saat menghadapi mautku nanti? aku yang belum baik, aku yang belum bisa menebar manfaat, aku yang belum produktif berkarya, ah takut..diri ini belum baik.
tentang ajal, siapa yang tau? cuma Allah..bahkan Rasul pun tak tahu kapan akan dicabut nyawanya. hiks betapa sakit ketika ruh terlepas dari jasad, hingga beribu malaikat pun ikut memegangi rasulullah karena saking sakitnya. apalagi manusia biasa? yang jahat gimana, yang baik kaya apa ya? kami hanya berharap kesudahan yang baik dariMu ya Rabb, yang menggenggam jiwa kami, menghidup dan mematikan kami, matikan kami dalam khusnul khatimah. amin..
alhamdulillah masih dikasih kesempatan untuk menulis beberapa penggal kata di blog ini. tersadarlah aku, betapa Allah sangat menyayangiku, menegurku dengan cara yang sangat lembut. aku tak boleh menyiakan kesempatanku. aku tau, artinya, harus selalu memperbaiki diri di setiap waktu. insya Allah :D
deg! Allah, apakah galian kubur itu disiapkan buat aku, apa aku yang akan mengisi kekosongan di lubang itu? saat melewati keranda pun aku kembali bertanya pada diriku sendiri, apa keranda ini yang akan menggotongku nanti, bisa jadi beberapa saat lagi?
terbayang, dosaku setinggi gunung, seluas lautan, sepenuh bumi, amal apa yang ku punya,
adakah sedikit pahala yang bisa meringankan ku saat menghadapi mautku nanti? aku yang belum baik, aku yang belum bisa menebar manfaat, aku yang belum produktif berkarya, ah takut..diri ini belum baik.tentang ajal, siapa yang tau? cuma Allah..bahkan Rasul pun tak tahu kapan akan dicabut nyawanya. hiks betapa sakit ketika ruh terlepas dari jasad, hingga beribu malaikat pun ikut memegangi rasulullah karena saking sakitnya. apalagi manusia biasa? yang jahat gimana, yang baik kaya apa ya? kami hanya berharap kesudahan yang baik dariMu ya Rabb, yang menggenggam jiwa kami, menghidup dan mematikan kami, matikan kami dalam khusnul khatimah. amin..
alhamdulillah masih dikasih kesempatan untuk menulis beberapa penggal kata di blog ini. tersadarlah aku, betapa Allah sangat menyayangiku, menegurku dengan cara yang sangat lembut. aku tak boleh menyiakan kesempatanku. aku tau, artinya, harus selalu memperbaiki diri di setiap waktu. insya Allah :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar