Senin, 08 November 2010

catatan akhir pekan, he77

6 November 2010 jam 23:00

Bismillah..

QS. Al Baqarah:286

. Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma'aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir."

Teman, Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kemampuannya.
Astaghfirullah... ampuni kesalahan kami Rabb...atas segala kekhilafan kami dalam menghadapi ujian dariMu.

tak sadarkah kita, bencana demi bencana datang silih berganti. Dari banjir bandang di Wasior Papua, tsunami di Mentawai Sumatera Barat, dan yang sedang hangat menjadi perbincangan kita akhir-akhir ini adalah beberapa kali meletusnya Gunung Merapi di Magelang Jawa Tengah. Semuanya meluluhlantakkan. Ratusan korban berjatuhan,pohon-pohon besar bertumbangan, rumah-rumah rata dengan tanah, harta tak bersisa, terpisah dengan anggota keluarga, hujan abu dan pasir menyebar di beberapa kota di Jawa Tengah bahkan dengan kuasaNya hingga mencapai Jawa Barat dan Jawa Timur.

Beristighfarlah... memohon ampunlah... Barangkali saat menerimanya, kita pernah berburuk sangka kepada Allah, sehingga menyebabkan menghadapinya dengan rasa tak ikhlas, menggerutu, mengeluh dan penuh ketidaksyukuran. Padahal yang Allah ujika kepada kita pasti akan mampu kita lalui. Seberat apapun, tentu sudah sesuai dengan porsi masing-masing individu.

Berhati-hati pula teman, barangkali musibah itu nantinya bisa melemahkan aqidah kita. aqidah yang tidak bersih akan tercemari oleh hal-hal yang melemahkan iman, iman yang lemah akan mempengaruhi segala aktivitas seorang muslim dalam hidupnya. Dan penguatan aqidah juga diperlukan agar menjauhi segala perbuatan yang dapat menjerumuskan kita kepada hal-hal yang dapat membatalkan syahadatain kita seperti syirik, mendatangi dukun, atau percaya pada hal-hal tidak syar’i.

Sering bukan, di TV infotainment saling mengacaukan aqidah dengan membuat isu-isu panas, mendatangkan dukun2 yang disebut “orang pintar”, meramalkan seolah masa depan ada di tangn para dukun. Berhati-hatilah!

Bagaimanakah seorang muslim dalam menyikapi musibah yang menimpanya? Apakah kita seorang muslim yang sudah berkomitmen dengan keislaman kita? Marilah kita berinstropeksi diri.

Merasa takut itu wajar. Tapi takutlah hanya kepada Allah(Q.S. An-Nur : 52). Dzat yang selalu Mengawasi kita kapan dan dimana saja kita berada.

Akankah kita sedih dan putus asa berkepanjangan? Tidak akan teman... karena ada Allah tempat kita bergantung, tempat kita meminta, berharap penuh, dan memohon pertolongan. Jangan pula gelisah, tenanglah, sebab hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang .

Q.S Ar Ra’d:28

(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.

Subhanallah... begitulah yang tertera dalam ayat cintaNya, dengan megingati Allah saja sudah membuat hati kita tenang, apalagi jika kita melakukan hal lebih selalin mengingatiNya seperti bertaqwa, bertawakkal, dan beriman dengan sepenuhnya. Tentu hal lebih pula yang akan kita dapatkan. Kita akan menjadi muslim yang penuh percaya diri dalam menjalani kehidupan ini. Jika mendapat ujian pun dia akan bersabar, jika mendapat nikmat maka dia akan bersyukur. Karena dengan kesyukuran itu maka Allah akan menmbah kenikmatan untuk hambaNya.

Bergembiralah, berbahagialah, berbaiksangkalah kepada Allah. Allah sesuai prasangka hambaNya. Maka yang wajib adalh husnudzon. Sesudah kesulitan pasti akan ada kemudahan yang menyertai, begitu pula dengan kesedihan, selalu ada kegembiraan di akhirnya. Di balik bencana yang menimpa, pastilah Allah sudah menyiapkan sesuatu yang terbaik untuk kita. Yakin bukan, segala yang Allah ciptakan tidak ada yang sia-sia? Contohnya saja seperti yang terjadi saat wedhus gembel Merapi menyerang desa Cangkringan dan membakar semunya, tapi dengan izizn Allah ada sepetak sawah yang tumbuh subur dengan hijaunya yang menyegarkan. Menjadi hijau diantara kelabu. Ada pula orang yang mampu bertahan selama dua hari karena terjebak awan panas tanpa makan dan minum. Subhanallah... masihkah kita tak mau mengakui keagunganNya?

Mungkin dengan bencana alam ini Allah ingin mengingatkan kita, bahwa kita adalah hamba yang lemah tak mampu berbuat apa-apa kecuali dengan izinNya. Dengan cara ini pula Allah ingin kita mengimani bahwa pencipta alam semesta ini adalah Ilah yang Maha Bijaksana, Maha kuasa, Maha mengetahui, dan Maha Berdiri Sendiri. (Q.S. Al-Anbiya’ : 22) ,mengimani bahwa Al-Kholiq menciptakan alam semesta ini tidaklah sia-sia, karena Allah adalah Dzat yang Maha sempurna. (Q.S. Al-Mu’minun : 115-116), mengimani bahwa tujuan diciptakannya manusia adalah untuk mengenal dan mengabdi pada Allah swt. (Q.S. Adz-Dzariyat : 56-58), dan mengimani bahwa manusia melakukan kebaikan maupun keburukan atas pilihan dan kehendaknya sendiri. Tapi untuk kebaikan juga dipengaruhi oleh Taufiq dari Allah dan keburukan tidak ada paksaan dari Allah . (Q.S. Asy-Syams : 7-10, Al-Mudatsir : 38).

Introspeksi dirilah diri kita masing-masing, karena bisa jadi musibah ini datang karena ulah manusia sendiri yang tak amanah menjalankan tugasnya sebagai sebagai khalifah. Merenunglah..renungi ciptaanNya .

“Berfikirlah tentang ciptaan Allah (SWT)dan janganlah kalian berfikir tentang DzatNya, karena kalian tidak akan mampu menjangkauNya.”(Abu Nu’am dalam Al-Hilyah, dan Al-Asbahany dalam At-Targhib wa Tarhib)

Semoga kita bukan golongan orang yang lalai akan tujuan penciptaan manusia. Tugas kita adalah beribadah kepada Allah. Tujuan utama kita adalah Allah , maka mari kita luruskan niat dan perbaiki amal dan aktivitas kita hanya untuk Allah .

Setiap yang kita kerjakan, walau sebesar biji sawi pun pasti akan mendapat balasan dari Allah. balasan bagi mu’min yang taat adalah jannah dan orang kafir adalah neraka. (Q.S. Asy-Syura : 7)

Ya Allah...Ya Ghaffar...jadikan kami hambaMu yang selalu bersyukur dan bersabar dalam menerima tiap kejadian yang telah Engkau tentukan.



Selasa, 02 November 2010

ora ana judule....

29 oktober 2010 jam 12:33

Bismillah... nikmatnya bisa nonton berita. He77. Maklum aktivitas di kampus sudah cukup menyita waktu sampe2 nonton berita pun menjadi suatu kenikmatan tak terkira. He77 lebay ya?

Hiks mirisnya dengan kondisi Indonesia saat ini. Ternyata Indonesiaku semakin aneh. Nganeh-nganehi. Bumi ini semakin tua rupanya.

Bencana yang terus-an terjadi mulai dari banjir Wasior, meletusnya Gunung Merapi, sampe tsunami Mentawai, yang semuanya menelan banyak korban jiwa. Tak hanya satu dua orang, tapi ratusan. Itupn yang sudah jelas! Belum lagi korban2 yang masih dalam pencarian. Ya Allah...ada apa ini? Ampuni kami rabb.. sesungguhnya kami hamba yang takut akan azab dariMu...

Di belahan bumi yang lain, tepatnya di bawah atap megah gedung DPR, segerombolan makhluk sedang merencanakan “study banding” rumah susun ke Itali. Kemaren ke Yunani buat “study banding” etika politik. Hiks padahal kan anggrannya sampe bertriliyun2. Kalopun digunakan study banding ke luar negri, kurasa g akan ngefek. Yah mungkin ngefek c, tapi Cuma dirasain orang2 berduit doank. Coba dana yang segitu gedenya dialoksikan buat korban bencana banjir, gunung merapi, ataupun tsunami yang memerlukan pertolongan dan pembangunan....

departemen Annisa

25 Okt. 10 jam 0:04

Bismillah.. ingin memulai kata (untuk menghibur diri yang sedang berduka) untuk menceritakan hari kemarin yang baru 4 menit berlalu. Subhanallah, betapa cepatnya waktu berjalan. Semoga tak ada kesia-siaan. Hanya mengaharap kebaikan dan barakah dari setiap kegiatan yang dilalui di tiap detikq.. (pengen jadi akhwat muntijah mode on, he77)

Maha Kuasa Allah, yang mempertemukanku dengan adik2 Annisa Sigma di tanggal 22 dan 24 oktober 2010.

22 Oktober 2010

STATMAT. Study akhwat of mathematics. Setelah melalui beberapa kali syuro dengan adik2, diputuskan mengambil tema “ Berbusana Santun Membuatku Semakin Anggun” dengan pembicara Bu Inunk. Langsung saja kami membuat menyebar pamflet dan sms ke temen2.

Hari yang ditunggu dateng juga. 22 oktober 200. Jam 11 siang bertempat di gazebo perpus pusat. Hummm tapi sayang gazebonya keburu kepake orang lain. Huhu akhirya gelaran di gazebo yang lebih kecil deh. Huhu kotor nemen sung. Aha! Ada sapu. Hi77 jadi kami nyapu2 dulu bagaikan penyihir dalam Harry potter. Keren kan? Wkwk.

Eh alahamdulillah ternyata beberaa temen telah mengerakan adek2 menteenya uat dateng di kajian, alhasil gazebo kecil itu kini telah penuh sesak. Huhu. Tapi, pertolongan Allah sangat dekat. Dengan bantuan Risa, dia berani ngomong ke mba2 yang dah nempatin gazebo gede. Haha jadilah kami menguasai gazebo gede.

Materi yang disampaikan Bu Inunk mengena. Terlebih dengan pembawan beliau sebagai dosen muda yang gaul. Beliau menceritakan hidayah beliau ketika pertama kali mengenakan jilbab. Sungguh hidayah suatu yang mahal. So, jaga hidayah yang udah allah kasih ke kita yuk. Jaga dengan keistiqamahan, dengan ketaqwaan kepadaNya.

Materi yang beliau sampaikan:

Busana santun:

1. Menutup aurat

Ya dunk...yang nutup aurat. Aurat wanita adalah seluruh anggota badan except muka dan telapak tangan.

2. Tidak ketat

Percuma juga kalo baju yang udah dipake menutup aurat tapi manih menonjol di sana-sini. Hi...

3. Tidak menerawang

Selain ga ngetat pun juga kudu ga nerawang. Coz kalo nerawang ni sama aja hakikatnya dengan yang berpakaian tapi telanjang.

4. Tidak menyerupai laki2

Y lah...kita kan cewe. He77 jadi jangan mau dikira mas2. Caranya ya dengan berpakaian sesuai kodratnya (pake rok, jilbab, etc).

24 oktober 2010

Yiha! Training masaknya departemen Annisa. Jam 3 sore pada ngumpul di kosku neh. He77 wagu juga c kalo dibilnag training masak karena yang kami bikin kemaren adalah puding. Btw, pudingnya g kaya biasanya ko. Coz kami pake ramuan ajaib yaotu dengan menambahkan jus mangga, jus, strawberry, dan selai strawberry. Yahut. Meskipun aku sempet geli2 sendiri juga karena “Cuma” bikin puding tapi tangan yang berkontribusi lumanyun banyak. Subhanallah..senang melihat kesemangatan kalian dik. He77 dan tak lupa dis etiap adegan entah memasukkan air ke dalam panci sampai menuang puding ke dalam cup, selalu kami abadikan menggunakan camera pinjaman mendadak. Wkwk. Narsisme.

Alhamdulillah jadi deh. Puding yang merah menyala dan semoga enak rasanya. Tarining masak ni dilanjutkan dengan makan anthor plus tahu aci anget yang khusus tak gorengin buat adek2 annisa tersayang. Hi77.

Makana dah abis, langsung tukar2an kado deh. Habis ntu, foto2 lagi. Bubar...hihihi...kan dah maghrib. Upz, lupa menyampaikan 1 hal. Puding ni kami maksudkan akan kami masukkan dalam prokja BBM (bagi2 makanan). So, paginya, puding dingin yang cantik itu kami bagikan ke adek2 di kampus. Semoga bermanfaat. Amin... dan semoga barakah Ya Rabb...

terinspirasi Umar bin abdul aziz

22 oktober 2010 jam 21:57

Bismillah...he77 dah lama ni ga ngetik2. Kangen juga. Btw ngetik apa ya? Hmmm cerita dikit aja deh. Barusan baca artikel dari wiwkipedia temtang ummar bin abdul aziz. Hiks. Nangis. Mungkin kalo bacanya sendirian bisa tersedu2 kali ya (he77 ga ada maksud untuk lebay ko). Why? Karena kisahnya kepempinan umar bin abdul aziz sangat patut ditiru. Yah, sifat kepemiminan yang sangat keren ini nurun karena umar bin abdul aziz adalah cicit dari umar bin khattab. Subhanallah... astaghfirullah... berbeda sekalo dengan kondisi di negara kita saat ini. coba kalo para pemimpin di indonesia ini pada niru pemimpin kaya umar, wah pasti seru deh. Hiks, umar yang menangis tersedu, ketakutan kepada Rabb azza wa jalla yang begitu mendalam saat mengetahui amanah barunya sebagai khalifah. Yah, tanpa musyawarah, tanpa ia meminta. Dialah umar. Berpikir jauh ke depan, bahwa amanah yang diembannya sangatlah berat, hujjah apa yang akan disampaikan di peradilan akherat nanti saat ummatterabaikan, saat ummat tak puas dengan kepemimpinannya? Dialah umar bin abdul aziz. Disini? Orang2 saling berebut kekuasaan, berebut untuk jadi pemimpin. Dimana ketakutan kepada Allah? Apakah tak sadar segalanya akan kembali dan akan dimintai pertanggungjawabannya? Apakah dikira suatu pekerjaan mudah mengurus ummat? Ummat yang tak terdiri dari golongan mampu saja, tapi lebih didominasi orang2 miskin, anak terlantar, janda2 tua nan miskin. Dimana nurani?

Astaghfirullah... aku benar2 sedang merindukan sosok pemimpin seperti umar. Yang sederhana, bersahaja... tak gila harta. Tak berwasiat untuk anak2nya, ya, karena memang tiada harta. Pakaian pun hanya yang dikenakannya. Maha Suci Allah... :D

Sejenak aku teringat isu hangat sore tadi. Dewan kehormatan DPR akan mengadakan studi banding etika politik ke Yunani. Bayangkan! Yunani! Hanya untuk belajar etika politik! Masya Allah... ratusan milyar uang rakyat dipakai untuk “study banding” ke luar negri, korea, belanda, inggris, samapi yunani. Tak mau ketinggalan, DPRD pun ingin menggunakan uang rakyat ke Paris hanya utuk sekedar melihat pameran kopi! Na’dzubillah...

jauhkan kami dari segala kesia2an Ya Allah... berikan yang terbaik untuk negri kami, kami merindu pemimpin seperti umar. Yang peduli kepada rakyatnya.

Keindahan