
Artikel ini sebenernya sudah ada di blog nisa yang dulu2...tapi berhubung lagi kangen ibu, jadi ijinkan nisa untuk memunculkan kembali arikel ini di blog nisa yang baru ya...He77.
untuk bundaku tercayang
22 Desember 2009. midnight
Met hari ibu untuk semua ibu yang telah melahirkan generasi Rabbani semoga tetap istiqomah,slalu jadi ibu terbaik, dan tambah dicayang Alloh…amin..
Aku kangen ibuku…he77 padahal bentar lagi, dua hari lagi juga aku mudik. Kan mau minggu tenang. Mau denger cerita tentang sosok ibu yang sangat dibanggakan anak-anaknya? Oke…hi77
Ibuku… Dilahirkan 45 tahun lalu di tengah keluarga sederhana. Amat sederhana. Orangtuanya hanya sebagai seorang binatu. tapi tempaan hidup yang dialaminya menjadikan ibuku sosok yang tegar, teguh, sabar, banyak syukur, dan ikhlas..
Ibuku mengajariku banyak hal. Ibu adalah sumber inspirasi bagiku. Ibu adalah cintaku.. Alloh…izinkanlah aku membahagiakannya…memberi apa yang dia ingini..
Ibu tersayang… terkadang aku menangisimu, ah, tepatnya menangisi kesabaranmu. Ya bu…kesabarnmu sungguh luar biasa! Salah besar jika orang kebanyakan bilang bahwa sabar itu ada batasnya. Tidak! Ibuku memiliki kesabaran yang tak dimiliki oleh orang lain.
Bu…nanda ingin sepertimu…
kutahu sabar yang kau miliki adalah karuniaNya. Alloh emang Maha Adil ya Bu. jadi teringat sebuah firman Alloh: laayukallifullohunafsan illa wus’aha..”Dan Alloh tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan emampuannya.”
Cobaan hidup sedari kecilyang ibu hadapi, ibu lalui, Alloh imbangi dengan limpahan kesabaran yang ibu punya.
Sedih jika teringat ceritamu Bu, saat dikucilkan, dimusuhi, dipojokkan salah satu tetanggamu hanya karena keluarga kita orang miskin. Bahkan salah seorang dari mereka pernah menginginkan kematian kita…hanya karena harta? Ah keluargaku adalah orang-oang yang nrimo. Toh harta sebanyak apapun tak akan dibawa mati. kadang Ingin kuteriakkan kepada mereka,”Jangan hina ibuku! Kalian tak tahu apa-apa! Ibuku adalah orang yang hebat!”. Tapi sedihku seketika terobati dengan tutur lembutmu, “biarpun kita bukan orang kaya, yang penting kita tetap bersyukur. Karena itu kunci ketenangan… insya Alloh Alloh akan menggan tinya dengan yang lebih baik di surga nanti…”
Aku dan dede mengamini doamu Bu..
Yah…indah…sekali jika sudah berbicara surga. Senang, damai, melegakan, menentramkan. Semua benci, kesal, sirna. Surga yang dibawahnya mengalir ungai-sungai, ada banyak bidadari bermata jeli, buah yang ranum dan rendah. Subhanalloh…Aku percaya dengan janji Alloh.
Bu…nanda ingin sepertimu…
selalu syukur, syukur, dan syukur… tak pernah mengeluh. Jika kita banyak bersyukur Alloh asti akan menambah kenikmatan untuk kita kan Bu?(bobo…udah sepi…takut ada maling)
23 Desember 2009midnight saat aku mendengar suara aneh, kayanya werok lagi jalan2.
“Maka nikmat TuhanMu yang manakh yang kamu dustakan?” ayat ini bahkan disebut berulang kali dalam surah Ar rahman. Na’udzubillahhimindzalik…jangan sampai kita menjadi orang yang kufur dengan segala nikmat Nya. Masih banyak orang diluar sana yang kehidupannya tak lebih baik dari kita. Bahkan terkadang mencari sebutir nasi pun harus merelakan mengorek sampah. Astaghfirulloh…
Kuingat yang selalu kau ajarkan, meski kita tidak punya banyak uang, tetap usahakan untuk bersodaqoh, dengan senyum yang tulus juga tak apa. Sering uangmu yang tak seberapa kau sedekahkan kepada orang-orang jompo yang membutuhkan uluran tanganmu. He77 gak heran deh ibu dikenal mbah-mbah.
Bu…nanda ingin sepertimu…
selalu memaafkan khilaf orang lain dan tak pernah dendam walau sesakit apapun. Hidup Ibu!!! Yang cinta damai dan anti permusuhan!!!. Sebentar…aku mau mengingat kata-katamu. Aha…aku inga! “ Sejahat dan sebenci apapun orang lain dengan kita, kita harus bisa memafkan. Jangan pernah dendam. Orang yang pendendam hidupnya gak pernah tenang.” Yupz, bener begete bunda…se7. orang yang pendendam pasti isi otaknya hanya berfikir tentang kerusakan,kehancuran, dan ide-ide tak manfaat. Padahal Islam tak pernah mengajarkanuntuk dendam, justru menasehatkan kita agar saling tolong menolong dan nasihat-menasihati dalam kebaikan. Alloh…kami mohon, jagakan hati ini, jangan biarkan ia keruh sebab penyakit hati. Agar hati ini punyai nurani yang bening, yang bisa mendengar bisikMu Ya Rabb… amin…
Bu…nanda ingin sepertimu…
hidup dengan penuh kesederhaan. Islammengajarkan kita untuk tidak berlebih-lebihan. Ya…segala sesuatu yang berlebihan memang tidak baik. Maemnya banyak jadi ndut, miminya banyak jadi kembung, bobonya banyak jadi rugi, gak baik deh. He77 kan yang boros temennya setan. Hi…gak mau jadi temennya setan, syerem!ibuku…
Ibuku membeli hanya untuk yang diperlukan. Tak berlebihan. Saat teman-teman arisan, di sekolah, dan pengajian seolah berlomba memamerkan tas ataupun sepatu model terbaru mereka, ibu gak terpengaruh. Ibuku lebih mnegutamakan keperluan untuk anak-anaknya daripada dirinya sendiri. Subhanalloh..
ibu yang kadang memarahiku jika meghamburkan untuk membeli yang tak penting.
Smsmu: hati-hati pakai uang ya nak. Balasanku:Siap laksanakan! Hmm…jadi ingat ekspresimu saat aku membeli stiker hello kitty. Ibu Cuma geleng-geleng. Afwan ya Bu…abis stikernya lutu c..he77.
Bu…nanda ingin sepertimu…
jadi teladan dan menanamkan nilai-nilai keislaman sejak dini untuk anak-anaknya. Memang begitu tugas seorang ibu. Sayangnya masih banyak ibu yang kurang memperhatikan hal ini, padahal suatu hal yang penting dan menyangkut masa depan anak itu sendiri. Ibuku yang rajin shaum sunnah, ibuku yang terbangun di sepertiga malam… dengan sabar selalu menemaniku berwudhu saat malam masih gulita. Hi77 insya Alloh sekarang aku sudah jadi anak pemberani bu. Ingat saat awal belajar sholat, paling susah solat subuh, ibu menggendong tubuh kecilku menuju tempat shalat, langsung pakai mukena tanpa wudhu. Paling suka adalah saat sujud, karena aku bisa melanjutkan boboku..he77.
Ibu…kembali aku terigat nasihatmu, ibu yang selalu mengigatkan dan meyakinkan kalau Alloh akan selalu memberi kemudahan untuk orang-orang yang rajin tahajud, rajin meminta kepadaNya. Manusia pastiakan bosan jika terus-terusan dimintai, tapi sifat Alloh berbeda dengan makhluNya. Diaakan saying dengan hambaNya yang selalu meminta, berdoa kepadaNya. Juga tak hentinya mengingatkan pentingnya solat duha…agar risky yang kita terima barakah, berapapun hasilnya.
Bu…nanda ingin sepertimu…yang memperhatkan anak-anaknya dan selalu memberi yang terbaik. Apapun kau relakan demi anak-anakmu tersayang. Perhatian, kasih saying penuh kau curah untuk kami… bekerja keras demi memenuhi kebutuhan anak-anaknya. Hingga kerut di wajahmu semakin jelas..menampakkan leih tua dari usia sesungguhnya. Tetep semangat ya Bu!!
Bila kuingat masa kecilku, ku slalu menyusahakanmu…
Bila kuingat masa kanakku, ku slalu megecewakanmu..
Banyak sekali pengorbananmu, yang kau berikan padaku…
Tanpa letih dan tanpa pamrih kau beikan semua itu…
Nasyid yang segera mengingatkan aku betapa aku sering menyusahkan ibu, mengecewakan ibu, membuat ibu kesal, bete, badmood, marah, maafkan ibu…aku menyesal…aku tak mau mengecewakan ibu lagi…
Saat SMA dulu, tengah malam seusai mengikuti trainng ESQ, uyang membuatku menagis tersedu teringat salah-salahku padamu…
takut….sekali. aku tak mau jadi anak durhaka seperti malin atau siapa lah. Sesampainya di rumah langsung kupeluk dirimu, dan kukatakan aku tak mau jadi anak durhaka.. hi77 tentu saja ibu binun dengan reaksiku yang tiba-tiba itu. Apapun, maafkan aku Bu…kasimu sepanjang jalan..tak kan pernah terhenti.
Alloh…izinkan kami berbakti kepada ibu, ibu, ibu dan bapak kami…
Ya Rabb…izinkan kami memberi apa yang mereka ingini…
Izinkan kami membahagiakan meraka..
limpahkan keimanan, keistiqomahan, kebaikan, kesehatan, umur yang berkah, kemurahan risky, kemudahan untuk mendapat risky yang halal, berkah, dan manfaat, dimudahkan dalam segalaurusannya, dan disukseskan dunia akhirat. Rabb…jadikan kami keluaga yang barakah, sakinah, mawadah, warahmah…
amin…
teruntuk ibuku yang chubby, love u Mom..hiks hiks kangen… insya Alloh segera mudik. Bikin mi goreng ya bu. Alloh sayang kita…he77.
NB: diketik saat sendirian di kamar, menjanda. Ditinggal temen sekamar yang dah mudik duluan. He77.
Sekaran, 24 Desember 2009, 01:38