6 November 2010 jam 23:00
Bismillah..
QS. Al Baqarah:286
. Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma'aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir."
Teman, Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kemampuannya. Astaghfirullah... ampuni kesalahan kami Rabb...atas segala kekhilafan kami dalam menghadapi ujian dariMu.
tak sadarkah kita, bencana demi bencana datang silih berganti. Dari banjir bandang di Wasior Papua, tsunami di Mentawai Sumatera Barat, dan yang sedang hangat menjadi perbincangan kita akhir-akhir ini adalah beberapa kali meletusnya Gunung Merapi di Magelang Jawa Tengah. Semuanya meluluhlantakkan. Ratusan korban berjatuhan,pohon-pohon besar bertumbangan, rumah-rumah rata dengan tanah, harta tak bersisa, terpisah dengan anggota keluarga, hujan abu dan pasir menyebar di beberapa kota di Jawa Tengah bahkan dengan kuasaNya hingga mencapai Jawa Barat dan Jawa Timur.
Beristighfarlah... memohon ampunlah... Barangkali saat menerimanya, kita pernah berburuk sangka kepada Allah, sehingga menyebabkan menghadapinya dengan rasa tak ikhlas, menggerutu, mengeluh dan penuh ketidaksyukuran. Padahal yang Allah ujika kepada kita pasti akan mampu kita lalui. Seberat apapun, tentu sudah sesuai dengan porsi masing-masing individu.
Berhati-hati pula teman, barangkali musibah itu nantinya bisa melemahkan aqidah kita. aqidah yang tidak bersih akan tercemari oleh hal-hal yang melemahkan iman, iman yang lemah akan mempengaruhi segala aktivitas seorang muslim dalam hidupnya. Dan penguatan aqidah juga diperlukan agar menjauhi segala perbuatan yang dapat menjerumuskan kita kepada hal-hal yang dapat membatalkan syahadatain kita seperti syirik, mendatangi dukun, atau percaya pada hal-hal tidak syar’i.
Sering bukan, di TV infotainment saling mengacaukan aqidah dengan membuat isu-isu panas, mendatangkan dukun2 yang disebut “orang pintar”, meramalkan seolah masa depan ada di tangn para dukun. Berhati-hatilah!
Bagaimanakah seorang muslim dalam menyikapi musibah yang menimpanya? Apakah kita seorang muslim yang sudah berkomitmen dengan keislaman kita? Marilah kita berinstropeksi diri.
Merasa takut itu wajar. Tapi takutlah hanya kepada Allah(Q.S. An-Nur : 52). Dzat yang selalu Mengawasi kita kapan dan dimana saja kita berada.
Akankah kita sedih dan putus asa berkepanjangan? Tidak akan teman... karena ada Allah tempat kita bergantung, tempat kita meminta, berharap penuh, dan memohon pertolongan. Jangan pula gelisah, tenanglah, sebab hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang .
Q.S Ar Ra’d:28
(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.
Subhanallah... begitulah yang tertera dalam ayat cintaNya, dengan megingati Allah saja sudah membuat hati kita tenang, apalagi jika kita melakukan hal lebih selalin mengingatiNya seperti bertaqwa, bertawakkal, dan beriman dengan sepenuhnya. Tentu hal lebih pula yang akan kita dapatkan. Kita akan menjadi muslim yang penuh percaya diri dalam menjalani kehidupan ini. Jika mendapat ujian pun dia akan bersabar, jika mendapat nikmat maka dia akan bersyukur. Karena dengan kesyukuran itu maka Allah akan menmbah kenikmatan untuk hambaNya.
Bergembiralah, berbahagialah, berbaiksangkalah kepada Allah. Allah sesuai prasangka hambaNya. Maka yang wajib adalh husnudzon. Sesudah kesulitan pasti akan ada kemudahan yang menyertai, begitu pula dengan kesedihan, selalu ada kegembiraan di akhirnya. Di balik bencana yang menimpa, pastilah Allah sudah menyiapkan sesuatu yang terbaik untuk kita. Yakin bukan, segala yang Allah ciptakan tidak ada yang sia-sia? Contohnya saja seperti yang terjadi saat wedhus gembel Merapi menyerang desa Cangkringan dan membakar semunya, tapi dengan izizn Allah ada sepetak sawah yang tumbuh subur dengan hijaunya yang menyegarkan. Menjadi hijau diantara kelabu. Ada pula orang yang mampu bertahan selama dua hari karena terjebak awan panas tanpa makan dan minum. Subhanallah... masihkah kita tak mau mengakui keagunganNya?
Mungkin dengan bencana alam ini Allah ingin mengingatkan kita, bahwa kita adalah hamba yang lemah tak mampu berbuat apa-apa kecuali dengan izinNya. Dengan cara ini pula Allah ingin kita mengimani bahwa pencipta alam semesta ini adalah Ilah yang Maha Bijaksana, Maha kuasa, Maha mengetahui, dan Maha Berdiri Sendiri. (Q.S. Al-Anbiya’ : 22) ,mengimani bahwa Al-Kholiq menciptakan alam semesta ini tidaklah sia-sia, karena Allah adalah Dzat yang Maha sempurna. (Q.S. Al-Mu’minun : 115-116), mengimani bahwa tujuan diciptakannya manusia adalah untuk mengenal dan mengabdi pada Allah swt. (Q.S. Adz-Dzariyat : 56-58), dan mengimani bahwa manusia melakukan kebaikan maupun keburukan atas pilihan dan kehendaknya sendiri. Tapi untuk kebaikan juga dipengaruhi oleh Taufiq dari Allah dan keburukan tidak ada paksaan dari Allah . (Q.S. Asy-Syams : 7-10, Al-Mudatsir : 38).
Introspeksi dirilah diri kita masing-masing, karena bisa jadi musibah ini datang karena ulah manusia sendiri yang tak amanah menjalankan tugasnya sebagai sebagai khalifah. Merenunglah..renungi ciptaanNya .
“Berfikirlah tentang ciptaan Allah
dan janganlah kalian berfikir tentang DzatNya, karena kalian tidak akan mampu menjangkauNya.”(Abu Nu’am dalam Al-Hilyah, dan Al-Asbahany dalam At-Targhib wa Tarhib)
Semoga kita bukan golongan orang yang lalai akan tujuan penciptaan manusia. Tugas kita adalah beribadah kepada Allah. Tujuan utama kita adalah Allah , maka mari kita luruskan niat dan perbaiki amal dan aktivitas kita hanya untuk Allah .
Setiap yang kita kerjakan, walau sebesar biji sawi pun pasti akan mendapat balasan dari Allah. balasan bagi mu’min yang taat adalah jannah dan orang kafir adalah neraka. (Q.S. Asy-Syura : 7)
Ya Allah...Ya Ghaffar...jadikan kami hambaMu yang selalu bersyukur dan bersabar dalam menerima tiap kejadian yang telah Engkau tentukan.
|
|
| |